
Pada bagian Selatan Kalimantan Tengah terbentang pantai yang membujur
dari Timur ke Barat sepanjang kurang lebih 90 km. Lokasi pantai tersebut
terletak di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan. Di
Kabupaten Kotawaringin Timur terdapat kawasan pantai yang dikenal dengan
nama Ujung Pandaran, sedangkan di Kabupaten Seruyan terdapat pantai
Sungai Bakau.
Untuk mencapai dan menyusuri kawasan pantai Selatan Kalimantan Tengah, dapat ditempuh melalui Kota
Palangka Raya dengan jarak tempuh 10 jam perjalanan, atau dari Kota Sampit dengan jarak tempuh sekitar 3,5 jam.
Berikut
ini pemandangan kawasan sepanjang perjalanan menyusuri Pantai Selatan
Propinsi Kalimantan Tengah. Hal menarik yang dapat dilihat antara lain
pemandangan tanaman kelapa rakyat dan sawah yang hijau pada kiri kanan
jalan dari Kota Sampit sampai ke Pantai Ujung Pandaran. Dan dari Ujung
Pandaran menuju Kota Kuala Pembuang terbentang pantai yang indah dan
masih alami. Pantau Sungai Bakau sendiri terletak 15 km sebelum memasuki
Kota Kuala Pembuang.

Pantai yang indah dan alami di sepanjang Bagian
Selatan Propinsi Kalimantan Tengah, merupakan lokasi wisata pantai yang
menarik untuk dikunjungi. Sampai saat ini di sepanjang kawasan ini
tidak tersedia akomodasi hotel dan restoran, sehingga untuk
mengunjunginya harus membawa bekal yang cukup. Selain itu jalan untuk
menuju ke kawasan ini masih belum terlalu nyaman, pada beberapa lokasi
jalan masih berlubang dan berlumpur.
Waktu tepat
mengujungi lokasi ini adalah pada pagi hari menjelang pagi, untuk dapat
menyaksikan matahari terbit dari ufuk Timur dan saat para nelayan mulai
berangkat menjala ikan. Bila ingin menikmati pantai indah dan alami,
Pantai Ujung Pandaran representasi dari keindahan pemandangan alam
yang benar-benar menarik. Di pantai ini, pengunjung dapat melihat
hamparan pasir putih yang begitu luas, deretan pohon kelapa yang bila
dilihat dari kejauhan seolah-olah memagari pantai, gelombang besar, dan
kekayaan biota laut khas pantai ini.
Khusus untuk biota laut, di
Pantai Ujung Pandaran banyak terdapat ubur-ubur, ikan pari, berbagai
jenis ikan kecil yang hidup di terumbu karang, dan boita laut lainnya.
Selain
menikmati keindahan pemandangan alam, di ujung pantai ini para
pengunjung juga dapat melihat ritual adat yang dilakukan oleh masyarakat
setempat, yaitu Simah Laut.
Simah Laut adalah ritual yang dilakukan
oleh para nelayan sebelum memulai pelayaran dari Ujung Pandaran ke laut
untuk mencari ikan. Ritual tahunan ini dilakukan pada setiap tanggal 10
Syawal, atau sepuluh hari setelah Hari Raya Lebaran.
Sebelum acara ini dilaksanakan, biasanya masyarakat setempat
bergotong-royong membersihkan pantai terlebih dahulu. Setelah pantai
dirasa cukup bersih, ritual Simah Laut baru diselenggarakan dengan cara
melarungkan berbagai macam sesaji ke tengah laut. Oleh masyarakat
setempat, ritual ini dipercaya dapat mendatangkan keselamatan dan
memberikan limpahan rezeki selama melaut.
Namun Sayang
Pantai Ujung Pandaran kurang mendapatkan perhatian khusus oleh
Pemerintah Daerah. Padahal jika dikembangkan sangatlah menarik wisatawan
baik domestic maupun mancanegara. Akses transportasi merupakan fokus
utama yang harus diperbaiki. Akses yang cukup mudah dari Jakarta ke
Sampit melalui Udara merupakan titik terang mengembangkan objek wisata
ini. Namun masih buruknya kondisi jalan menuju tempat wisata ini dari
Sampit sedikit membuat wisatwan malas pergi ke sana. Fasilitas-fasilitas
yang ada di pantai ujung Pandaran bisa dikatakan kurang memadai untuk
menampung wisatawan saat disana. Mungkin bisa ditambahkan beberapa
tempat penginapan, restoran ataupun rumah makan yang sesuai dengan
daerah pantai. Selain itu, promosi hingga saat ini dirasakan kurang
maksimal sehingga masih banyak yang belum mengetahui keberadaan pantai
Ujung Pandaran. Dengan berkeyakinan yang kuat, jika permasalahan
tersebut dapat ditanggulangi maka Insya Allah Pantai Ujung Pandaran
akan menjadi objek wisata pilihan wisatawan.