Halaman

Sabtu, 07 Juli 2012

TEMPAT MENARIK DI KOTIM

PANTAI UJUNG PANDARAN

 

Pantai Ujung Pandaran berada dalam wilayah kecamatan Teluk Sampit kira-kira 85 Km ke arah selatan kota Sampit. Pantai Ujung Pandaran ini memiliki pemandangan yg indah dan berpasir putih,juga relative masih terjaga keaslianya. Sangat cocok sebagai tempat untuk bersantai bersama keluarga atau kerabat sambil melakukan aktivitas seperti mandi,main,volley pantai,berperahu,atau sekedar duduk-duduk menikmati semilir angin di temani oleh deburan ombak yg menjilati bibir pantai.














Pantai Ujung Pandaran dapat di capai dengan mengunakan transportasi darat berupa kendaraan roda dua atau empat dengan masa tempuh sekitar 2 (dua) jam perjalanan.
Bagi pengunjung yg ingin bermalam di sana telah tersedia penginapan berupa rumah betang yg di lengkapi dengan dasilitas yg cukup memadai seperti listrik,air tawar,peralatan memasak,bantal guling yg dapat di sewa dengan tarif terjangkau.
Disekitar pantai ujung Pandaran juga terdapat sebuah kuburan tua yg di keramatkan karena di yakini merupakan kuburan seorang ulama.tempat ini sering di datangi para penziarah.

Jumat, 06 Juli 2012

SEKILAS KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

Kabupaten kotawaringin timur adalah salah satu kabupaten di provinsi kalimantan tengah. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sampit. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 16.496 Km² dan berpenduduk kurang lebih sebanyak 373.842 jiwa pada tahun 2010. Bupati kotawaringin timur adalah Supian Hadi.


Lambang Kabupaten Kotawaringin Timur



Motto : Habaring Hurung
Peta Kabupaten Kotawaringin Timur



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEADAAN GEOGRAFI

 

 

Kabupaten Kotawaringin Timur dengan luas seluruhnya 16.496 Km² ,terdiri dari 13 kecamatan,132 desa dan 12 kelurahan,terletak diantara 111º0'5" - 113º0'46" BT dan 0º23'14" - 3º32'54" LS, dengan batas-batas wilayah :

  • Utara - Provinsi Kalimantan Barat
  • Selatan - Laut Jawa
  • Barat - Kabupaten Seruyan
  • Timur - Kabupaten Katingan

PEMERINTAHAN


Menurut laporan Radermacher, kepala dearah Sampit (Kotawaringin Timur) pada tahun 1780 adalah Kyai Ingabei Sudi Ratu. Pada tanggal 13 agustus 1787, wilayah Sampit (Kabupaten Kotawaringin Timur) sudah di serahkan Sultan Tahmidulah II kepada VOC Belanda, kemudian daerah itu berkembang menjadi sebuah Distrik yaitu Distrik Sampit. Penguasa selanjutnya adalah Kiai Ngabei Djaija Kesuma (1834),Djoeragan Brahim (1847), Kiai Oeda Mengala,dan Haji Abdol Rachman (1850),Tiedke - penguasa eropa (1859).[4]
Menurut Staatsblad van Nederlandisch indië tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam zuidooster-afdeeling berdasarkan Bêsluit van Nederlandisch-indië,pada 27 agustus 1849,no.8[5]
Pada tanggal 1 mei 1859 pembukaan pelabuhan di Sampit. Pada agustus 1862,status pemerintahan sipil di berlakukan untuk daerah Sampit. 


Saat ini Kabupaten Kotawaringin Timur mempunyai 15 Kecamatan,yaitu

  1. Teluk Sampit (pemekaran dari kecamatan Mentaya Hilir Selatan)
  2. Bukit santuei (pemekaran dari kecamatan Mentaya Hulu)
  3. Telawang (pemekaran dari kecamatan Kota Besi)
  4. Mentaya Hilir selatan
  5. Mentaya Hilir Utara
  6. Pulau Hanaut
  7. Mentawa Baru Ketapang
  8. Baamang
  9. seranau
  10. Kota Besi
  11. Cempaga
  12. Cempaga Hulu
  13. Parenggean
  14. Mentaya Hulu
  15. Antang Kalang

TOPOGRAFI

 

Wilayah Kabupaten Kotawarigin Timur memiliki Topografi yg bervariasi, pada ketinggian antara 0-60 meter di atas permukaan laut.Sebagian besar merupakan dataran rendah yg meliputi bagian selatan sampai bagian tengah memanjang dari timur ke barat,sedangkan bagian utara merupakan dataran tinggi yg berbukit. Jenis tanah yg mendominasi wilayah ini adalah tanah jenis podsolik merah kuning ,walaupun ada beberapa bagian juga di temui jenis tanah lainya seperti aluvia.organosol,litosol dan lain-lain.

 

 

IKLIM 

 

Iklim merupakan salah satu pendukung dalam keberhasilan produksi, unsur-unsur iklim tersebut antara lain curah hujan,suhu dan kelembapan. Suhu rata-rata bulanan di Kabupaten Kotawaringin Timur diperkirakan berkisar antara 27 ºC - 35 ºC. Curah hujan per bulan di Sampit pada tahun (2007) berkisar antara 12 mm (September) hingga 790 mm (April). Bulan-bulan kering di Sampit berkisar antara Juni hingga Oktober.

 

 

HIDROLOGI  


Kabupaten Kotawaringin Timur dialiri oleh satu sungai besar dan lima buah cabang sungai yg selama ini hanya di manfaatkan sebagai prasarana perhubungan dan sebagian kecil untuk pertanian.Sungai besar yg terdapat di kabupaten Kotawaringin Timur yg panjang dan dapat dilayari adalah sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 JUMLAH PENDUDUK

 

Pada 2010 data penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur ± 373.842 jiwa,terdiri dari :

  • Laki-laki = 197.213 jiwa
  • Perempuan =176.629 jiwa
Adapun jumlah penduduk per kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur adalah :



 


 

 

Keindahan Pantai Ujung Pandaran

Pada bagian Selatan Kalimantan Tengah terbentang pantai yang membujur dari Timur ke Barat sepanjang kurang lebih 90 km. Lokasi pantai tersebut terletak di  Kabupaten Kotawaringin Timur  dan Kabupaten Seruyan. Di Kabupaten Kotawaringin Timur terdapat kawasan pantai yang dikenal dengan nama Ujung Pandaran, sedangkan di Kabupaten Seruyan terdapat pantai Sungai Bakau.
Untuk mencapai dan menyusuri kawasan pantai Selatan Kalimantan Tengah, dapat ditempuh melalui Kota Palangka Raya dengan jarak tempuh 10 jam perjalanan, atau dari Kota Sampit dengan jarak tempuh sekitar 3,5 jam.
Berikut ini pemandangan kawasan sepanjang perjalanan menyusuri Pantai Selatan Propinsi Kalimantan Tengah.  Hal menarik yang dapat dilihat antara lain pemandangan tanaman kelapa rakyat dan sawah yang hijau pada  kiri kanan jalan dari Kota Sampit sampai ke Pantai Ujung Pandaran. Dan dari Ujung Pandaran menuju Kota Kuala Pembuang terbentang pantai yang indah dan masih alami. Pantau Sungai Bakau sendiri terletak 15 km sebelum memasuki Kota Kuala Pembuang.












Pantai yang indah  dan alami di sepanjang Bagian Selatan Propinsi Kalimantan Tengah, merupakan lokasi wisata pantai yang menarik untuk dikunjungi.  Sampai saat ini di sepanjang kawasan ini tidak tersedia akomodasi hotel dan restoran, sehingga untuk mengunjunginya harus membawa bekal yang cukup.  Selain itu jalan untuk menuju ke kawasan ini masih belum terlalu nyaman, pada beberapa lokasi jalan masih berlubang dan berlumpur.
Waktu tepat mengujungi lokasi ini adalah pada pagi hari menjelang pagi, untuk dapat menyaksikan matahari terbit dari ufuk Timur dan saat para nelayan mulai berangkat menjala ikan. Bila ingin menikmati pantai indah dan alami,

Pantai Ujung Pandaran representasi dari keindahan pemandangan alam yang benar-benar menarik. Di pantai ini, pengunjung dapat melihat hamparan pasir putih yang begitu luas, deretan pohon kelapa yang bila dilihat dari kejauhan seolah-olah memagari pantai, gelombang besar, dan kekayaan biota laut khas pantai ini.
Khusus untuk biota laut, di Pantai Ujung Pandaran banyak terdapat ubur-ubur, ikan pari, berbagai jenis ikan kecil yang hidup di terumbu karang, dan boita laut lainnya.









Selain menikmati keindahan pemandangan alam, di ujung pantai ini para pengunjung juga dapat melihat ritual adat yang dilakukan oleh masyarakat setempat, yaitu Simah Laut.
Simah Laut adalah ritual yang dilakukan oleh para nelayan sebelum memulai pelayaran dari Ujung Pandaran ke laut untuk mencari ikan. Ritual tahunan ini dilakukan pada setiap tanggal 10 Syawal, atau sepuluh hari setelah Hari Raya Lebaran.

Sebelum acara ini dilaksanakan, biasanya masyarakat setempat bergotong-royong membersihkan pantai terlebih dahulu. Setelah pantai dirasa cukup bersih, ritual Simah Laut baru diselenggarakan dengan cara melarungkan berbagai macam sesaji ke tengah laut. Oleh masyarakat setempat, ritual ini dipercaya dapat mendatangkan keselamatan dan memberikan limpahan rezeki selama melaut.

Namun Sayang
Pantai Ujung Pandaran kurang mendapatkan perhatian khusus oleh Pemerintah Daerah. Padahal jika dikembangkan sangatlah menarik wisatawan baik domestic maupun mancanegara. Akses transportasi merupakan fokus utama yang harus diperbaiki. Akses yang cukup mudah dari Jakarta ke Sampit melalui Udara merupakan titik terang mengembangkan objek wisata ini.  Namun masih buruknya kondisi jalan menuju tempat wisata ini dari Sampit sedikit membuat wisatwan malas pergi ke sana. Fasilitas-fasilitas yang ada di pantai ujung Pandaran bisa dikatakan kurang memadai untuk menampung wisatawan saat disana. Mungkin bisa ditambahkan beberapa tempat penginapan, restoran ataupun rumah makan yang sesuai dengan daerah pantai. Selain itu, promosi hingga saat ini dirasakan kurang maksimal sehingga masih banyak yang belum mengetahui keberadaan pantai Ujung Pandaran. Dengan berkeyakinan yang kuat, jika permasalahan tersebut dapat ditanggulangi maka Insya Allah Pantai Ujung Pandaran akan menjadi objek wisata pilihan wisatawan.